Kamis, 16 Januari 2014

MINYAK ESENSIAL DAN PANDUAN PENGGUNAAN

Write by Alex Morgan, Catherine Cartwright Jones dan Marianne Marsland

Translate by Ulie Syahenna


Apa itu minyak esensial?

Minyak Esensial atau Minyak atsiri yang berasal dari tanaman aromatik, rempah-rempah, bunga atau pohon menggunakan proses perebusan penguapan dan distilasi. Minyak esensial atau esensi merupakan cairan yang memiliki kandungan yang sangat pekat dan dibutuhkan dalam jumlah besar bahan tanaman baku untuk menghasilkan nya dalam setetes.



Seperti semua minyak yang dijual dipasaran secara bebas, kualitas dan konsentrasi (kandungan ekstrak) dijual dalam berbagai variasi. Minyak murah mungkin dipalsukan atau ditambah dengan pelarut semacam zat sintetis atau minyak lainnya. Beberapa minyak yang diproduksi secara organik dan sebagian lagi tidak, Sebagian minyak tersebut ada yang dikontrol oleh pengujian laboratorium dan sebagian lagi tidak dilakukan uji laboratorium. Pastikan membeli minyak esensial dari sumber yang memiliki reputasi. Misalnya saja minyak Lavender, sebagian penjual tertentu tidak menggunakan Lavender (Lavandula Angustifolia) seutuhnya namun adakalanya mencampurnya dengan sejenis Lavender liar lainnya dan ada juga yang tidak menggunakan Lavender (Lavandula angustifolia) sama sekali.


Tidak seperti minyak sayur biasa, seperti minyak zaitun, minyak esensial non-berminyak dan sangat volatile (mudah menguap jika dibiarkan pada udara terbuka). Unsur kimia minyak esensial juga sangat kompleks, sebagian besar terdiri dari ratusan komponen termasuk terpen, alkohol, aldehida dan ester. Kuantitas relatif karena akan mengkasilkan produk yang bervariasi tergantung dari proses ekstraksi. Contohnya 2 bunga dari 1 varian yang sama (berbeda batang induk) tidak akan menjamin hasil yang sama.

Sebagai zat kompleks yang terkandung dalam minyak essensial dapat memiliki efek yang kompleks pada tubuh manusia. Misalnya Lavender, dapat digunakan sebagai antiseptik, antibakteri, antibiotik, antidepresan, analgesik, efek dekongestan dan obat penenang. Selain itu, karena struktur molekul mereka, dan sifat lipophylic mereka dapat diserap langsung ke dalam aliran darah melalui kulit. Beberapa senyawa dari minyak essensial dapat meniru hormon manusia bila terserap pada tubuh, dan dapat digunakan sebagai perawatan khusus pada masa kehamilan tapi bukan masa awal kehamilan.

Minyak atsiri atau minyak essensial juga bisa masuk kedalam aliran darah sebagai akibat dari molekul aromatik yang dihirup. Dalam paru-paru, mereka melewati kantung udara kecil ke darah kapiler sekitarnya dengan proses difusi. Setelah dalam aliran darah molekul aromatik berinteraksi dengan kimia tubuh. Efek ini dikenal sebagai aromaterapi. Perawatan harus digunakan dengan agen terapeutik yang bisa mempengaruhi tubuh, namun penggunaan yang salah dapat menyebabkan effek atau gangguan pada tubuh. Artikel ini ditujukan untuk memberikan gambaran singkat tentang kesehatan dan keamanan bagi mereka yang berkontak langsung dan secara terus menerus dengan minyak essensial.

Kemungkinan efek Aplikasi Essential Oil pada kulit.

Sensitifitas
Beberapa minyak esensial yang digambarkan sebagai 'kepekaan'. Ini berarti bahwa paparan berulang pada seseorang, maka tubuhnya akan meningkatkan proses imun (Sistem kekebalan tubuhnya). Sistem kekebalan tubuh dapat merespon ringan dengan minyak pada awalnya, tetapi setiap aplikasi berikutnya atau eksposur dapat menghasilkan reaksi kekebalan yang lebih serius dan meluas. Pengujian Sensitifitas minyak essensial harus dilakukan secara hati-hati dan dihentikan segera jika terjadi effek serius. 

Tabel 1. Sesitifitas
Jenis Minyak
Kandungan
Saran untuk Aplikasi Kulit Tropik
Kulit Kayu Manis
Jika terkontak akan menghasilkan sesitifitas ekstrim
Sangat tidak dianjurkan (Hindari)
Citronella
Jika terkontak akan menghasilkan sesitifitas ekstrim
Sangat tidak dianjurkan (Hindari)
Cengkeh
Sensifitas menengah
Boleh digunakan dengan perhatian khusus
Cemara
Sensifitas menengah
Boleh digunakan dengan perhatian khusus
Lemongrass
Sensifitas menengah
Boleh digunakan dengan perhatian khusus
Mellaleuca (Semua Varian)
Sensifitas menengah
Boleh digunakan dengan perhatian khusus
Oregano
Sensifitas menengah
Boleh digunakan dengan perhatian khusus
Lada Hitam
Sensifitas menengah
Boleh digunakan dengan perhatian khusus
Valerian
Sensifitas menengah
Boleh digunakan dengan perhatian khusus
Ylang Ylang
Sensifitas menengah
Boleh digunakan dengan perhatian khusus



Photo-Sensitisasi
Jenis reaksi ini disebabkan oleh interaksi cahaya ultraviolet dengan minyak esensial yang diterapkan pada kulit. Photo-Toxic kemungkinan terjadi yang menyebabkan kutit terbakar sehingga meninggalkan bekas luka parut pada kulit. Untuk alasan ini, disarankan bahwa Photo-Sensitisasi Minyak Essensial sebaiknya tidak pernah diterapkan pada kulit. Semua minyak jeruk keduanya tinggi dalam monterpenes dan Photo Sensitisasi. Jika minyak essensial mengandung Photo-Toxic diterapkan pada kulit, sebaiknya hindari berkontak dengan sinar matahari atau sumber UV lainnya selama kurang lebih 3 sampai 4 hari untuk menghindari effek luka bakar.

Tabel 2. Photo-Sensitisasi Minyak
Jenis Minyak
Kandungan
Saran untuk Aplikasi Kulit Tropik
Angelica
Mengandung Photo-Toxic
Hindari
Bergamot
Mengandung Photo-Toxic
Hindari
Black Cumin
Mengandung Photo-Toxic
Hindari
Citronella
Mengandung Photo-Toxic
Hindari
Jahe
Mengandung Photo-Toxic
Tidak direkomendasikan
Lemon
Mengandung Photo-Toxic
Tidak direkomendasikan
Mandarin
Mengandung Photo-Toxic
Tidak direkomendasikan
Jeruk
Mengandung Photo-Toxic
Tidak direkomendasikan
Tangerine
Mengandung Photo-Toxic
Tidak direkomendasikan

Iritasi
Iritasi merupakan respon alergi lokal kulit untuk setiap zat yang terpapar pada tubuh yang tidak sehat. Semua minyak esensial memiliki potensi untuk menjadi iritasi meskipun respon jauh lebih mungkin terjadi pada orang yang memiliki riwayat reaksi alergi atau seseorang yang sudah menderita reaksi alergi seperti demam.

Iritasi juga dimungkinkan sebagai hasil dari reaksi antara beberapa produk kulit dan minyak esensial yang diterapkan pada kulit. Perawatan kulit paling modern seperti pelembab, shower gel, dll meninggalkan residu kimia dalam epidermis dan ini dapat mengakibatkan iritasi bila bereaksi dengan minyak essensial. Semua minyak esensial yang memiliki kandungan terpene tinggi akan meningkatkan risiko menyebabkan iritasi. Semakin tinggi kandungan terpene pada minyak essensial (menghasilkan warna lebih pekat) maka memiliki resiko menyebabkan iritasi kulit paling tinggi juga.


Pedoman untuk penggunaan yang aman dari Minyak Atsiri (Minyak Essensial)
Diwajibkan menggunakan konsentrasi minyak essensial yang aman, terutama apabila area yang akan di henna cukup luas.
  1. Selalu menyimpan botol nabati atau minyak zaitun berguna untuk menghapus desain yang menyebabkan ketidaknyamanan. Pada keadaan darurat, susu dengan tingkat konsentrasi lemak tinggi bisa mengurangi effek reaksi tidak nyaman pada kulit tapi bukan air. Air tidak akan efektif dalam menghilangkan minyak esensial yang menempel pada kulit, Air hanya akan memperburuk karena dapat memperluas permukaan yang terkena minyak essensial. Untuk mencegah kerusakan dan kerusakan kimia sebaiknya simpan minyak dalam botol gelap dan tertutup tertutup rapat, hindarkan dari panas, cahaya, anak-anak dan hewan peliharaan.
  2. Aplikasi topikal dari Photo-Sensitisasi minyak essensial tidak dianjurkan, tetapi setiap aplikasi tersebut harus menghindari berkontak langsung dengan sinar matahari atau sumber UV lainnya kurang lebih 3-4 hari.
  3. Jangan gunakan minyak esensial pada wajah atau dekat mata.
  4. Orang yang memiliki riwayat alergi harus melakukan tes kulit sebelum aplikasi.
  5. Perhatian khusus harus lakukan apabila akan diaplikasikan pada anak-anak, epilepsi, orang dengan tekanan darah tinggi atau diabetes dan selama masa kehamilan.
  6. Mengetahui sifat dari minyak yang Anda gunakan.

Tabel 3. Data keamanan Minyak Essensial sebagai acuan Henna Artist
Jenis Minyak
Data Keamanan
Kandungan Monoterpene
Kandungan Terpene Lainnya
Lada Hitam
Minyak lada hitam dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif dan menggunakan terlalu banyak bisa over-merangsang ginjal dan harus dihindari pada kehamilan karena efek kulit yang mungkin kepekaan nya.
85-95%

Cajeput (Kayu Putih)
Kayu putih adalah non-toxic dan non-sesitizing, belum bisa mengiritasi kulit bila digunakan dalam konsentrasi tinggi
Beberapa
Cineol 45-70%
Camphor
Minyak Kamper sangat kuat dan harus digunakan dengan hati-hati. Overdosis dapat menyebabkan kejang-kejang dan muntah. Wanita hamil atau orang yang menderita epilepsi dan asma tidak dianjurkan.


Kapulaga
Tidak beracun, tidak menyebabkan iritasi dan sensitifitas
Beberapa
Kandungan Tinggi
Kayu Manis
Kayu Manis tidak beracun, namun bila mengandung  cinnamaldehyde dan eugenol dapat menyebabkan iritasi, iritasi pada selaput lendir, harus digunakan dengan hati-hati.
Dosis tinggi dapat menyebabkan kejang-kejang dan harus dihindari selama kehamilan.
Tidak dianalisa
Tidak dianalisa
Kulit Kayu Manis
Ini tidak boleh digunakan dalam aplikasi henna, minyak yang diekstraksi dari kulit pohon adalah racun iritan, dermal dan sensitizer dan tidak boleh digunakan pada kulit.
Tidak dianalisa
Tidak dianalisa
Cengkeh
Minyak cengkeh dapat menyebabkan dermatitis dan iritasi selaput lendir dan kulit


Tunas Cengkeh
Minyak Tunas Cengkeh juga minyak yang sangat ampuh, namun harus digunakan dengan hati-hati. Dapat menyebabkan iritasi kulit dan tidak harus diterapkan pada kulit. Ini harus dihindari selama kehamilan.


Cemara
Minyak Cemara dianggap tidak beracun, non-iritan dan non-sensitisasi tetapi sebaiknya dihindari selama kehamilan dan yang terbaik adalah melakukan uji tempel kulit sebelum menggunakannya
Tinggi

Minyak Kayu Putih
Minyak kayu putih adalah beracun dan harus digunakan dengan hati-hati, orang dengan tekanan darah tinggi dan epilepsi harus menghindarinya. Penggunaan berlebihan dari minyak ini dapat menyebabkan sakit kepala.


Eucalyptus Citriodora
Beracun bila dikonsumsi
15-20 %
40-80 %
Eucalyptus Dives
Beracun bila dikonsumsi
-
-
Eucalyptus Globulus
Beracun bila dikonsumsi
10-12 %
Cineol 70-75 %
Eucalyptus Polybractea
Beracun bila dikonsumsi
-
Cineol 10 %
Eucalyptus Radiata
Beracun bila dikonsumsi
8-20 %
Cineol 62-72 %
Frankinsense
non-toxic and non-irritant and could be used by most people
40 %

Geranium
Geranium oil is not indicated to cause any side effects since it is non-toxic, non-irritant and generally non-sensitizing, although it is contraindicated for Hypoglycemia. As with all essential oils it can cause sensitivity in some people and due to the fact that it balances the hormonal system, it might not be a good idea to use in pregnancy. This oil is a good insect repellent and is safe for skin application on most subjects.
60 – 68 %

Juniper
It is considered non-toxic but since it can stimulate the uterine muscle it should not be used during pregnancy, nor by people with kidney problems. It is non-sensitizing but some people do have a reaction to it, and it is generally wise to use this oil in moderation.
34 – 46 %

Lavender
Lavender is considered one of the safest essential oils, but allergic reaction is possible and use should be discontinued if any discomfort is noted. 
*Lavandin oil is often sold as ‘Lavender’ oil but has quite different properties and composition and is unsuitable for use in henna application.
some
some
Marjoram
non-toxic, non-irritant and non-sensitizing but should not be used during pregnancy.
40%
50%
Neroli
non-toxic, non-sensitizing, non-irritant.
35%

Pine
Although pine and pine needle oil are considered safe since they are non-toxic they should still be used with care on the skin since they can cause irritation in subjects prone to allergic skin reactions or during pregnancy.
25 – 30%

Ravensara
This is a mild oil, safe for most people but should be avoided in pregnancy
High

Rosmary General
Rosemary oil should not be used during pregnancy and is unsuitable for people with epilepsy or high blood pressure.


Rosmary Cineol

12%
High
Rosmary Verbenon

15 – 30%
Cineol up to 20%
Thyme General
Thyme oil is a very potent oil and should not be used during pregnancy or in cases of 


Thymus Vulgaris
Thymus Vulgaris is a skin irritant, it should not be used with epileptic conditions, hyperthyroidism, high blood pressure or during pregnancy
High

Red Thyme
Red thyme contains a high amount of toxic phenols (carvacrol and thymol) which can irritate mucus membranes, cause skin irritation as well as skin sensitization.


White Thyme
When using white thyme oil it is imperative to do a skin patch test to determine if the person is sensitive to the oil.


Tea Tree
Tea Tree oil is usually without any contra-indications but it may cause sensitization in some people. The strength of Tea Tree oil should be respected and therefore large amounts should never be used neat on the body or in particularly sensitive areas.


Tabel 3 Minyak atsiri untuk data keamanan pacar. 

Tabel ini memberikan data keamanan untuk minyak esensial yang umum digunakan. Ini bukan sumber daya lengkap. Bila memungkinkan seorang seniman harus selalu memeriksa data keamanan untuk minyak esensial mereka dengan sejumlah sumber. Dimana Chemical Data berkaitan dengan terpene dan monterpene konten dalam minyak terbukti efektif dalam gelap noda henna pada kulit. Berdasarkan karya penelitian Catherine Cartwright Jones.

Tabel 4. Pertimbangan Khusus dan Kontradiksinya
Kondisi
Catatan Khusus
Not Recommended
PREGNANCY
Karena rangsangan rahim, atau toksisitas mungkin, selama kehamilan menggunakan pengenceran separuh dari semua minyak esensial.
ajowan, angelica, star anise, aniseed, basil, bay laurel, calamintha, all types of cedarwood, celery seed, cinnamon leaf, citronella, clary sage, clove, cumin, sweet fennel, hyssop, juniper, labdanum, lovage, marjoram, myrrh, nutmeg, parsley, peppermint, rose, rosemary, spanish sage, snakeroot, spearmint, tarragon and thyme. 
Ibu Menyusui
Penelitian telah menunjukkan bahwa melati menghambat produksi susu ibu menyusui.
mint, parsley, sage and jasmine 
DERMAL IRRITATION
Beberapa minyak dapat mengiritasi kulit, terutama bagi individu yang memiliki kulit sensitive atau sensitifitas tinggi. Encerkan minyak ini dalam setengah takaran yang biasa.
ajowan, allspice, aniseed, sweet basil, borneol, cajeput, caraway, virginian cedarwood, cinnamon, clove bud, cornmint, eucalyptus, ginger, lemon, lemongrass, parsley, peppermint, pine needle, thyme and turmeric.
TOXICITY
Beberapa minyak harus dibatasi untuk digunakan dalam kurun waktu berdekatan kurang lebih dua minggu Karena tingkat toksisitas.
ajowan, star anise, aniseed, exotic basil, bay laurel, west indian calamintha, white camphor, cascarrilla bark, cassie, virginian cedarwood, cinnamon, clove bud, coriander, eucalyptus, sweet fennel, hops, hyssop, juniper, nutmeg, parsley, spanish sage, tagetes, tarragon, white thyme, tuberose, turmeric, turpentine, pine and valerian.
Photo Toxicity
Lihat Tabel 2

* Sangat beracun: Aniseed, mugwort, Wintergreen, dan Pennyroyal
* Semi-Toxic: Cassia, Birch, Cedarwood, Cinnamon Cassia, Birch, Cinnamon, Orange dan Eucalyptus


Copyrigt The Henna Page Journal by Catherine Cartwright Jones
Diterjemahkan untuk Edukasi

sumber :  
http://www.syahennadesign.com/

khidab/ hadist tentang inai untuk ukhti :)

Assalamu'alaykum..

Semoga kita senantiasa terjaga dari keburukan akhlak, keburukan amal dan keburukan perbuatan. Aamiin.

gambar dari sini
Baik, dipostingan ini ana akan sedikit bercerita tentang memberi khidab pada salah satu perhiasan perempuan yang boleh dinampakkan. Tangan kita adalah perhiasan kita yang boleh ditampakkan, wahai ukhti.. ^_^ selain tangan, kita juga punya wajah yang boleh ditampakkan.. 

Nah, diperbolehkan bagi kaum perempuan untuk memberi pewarna pada tangannya dengan pacar (inai), bahkan hal itu dianjurkan. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan Abu Dawud dari ‘Aisyah yang menyebutkan bahwa Hindun binti Utbah berkata kepada Nabi, “Wahai Nabiyullah, terimalah baiatku.” Beliau bersabda :
“Aku tak akan menerima baiatmu hingga engkau mengubah (memberi pewarna pada) telapak tanganmu; sebab telapak tanganmu ini seperti telapak (tangan) hewan saja (yang tanpa pewarna).”
Abu Dawud juga mengetengahkan hadist lain yang juga berasal dari ‘Aisyah, bahwa ia berkata: ”Seorang perempuan suatu ketika menyodorkan sebuah surat dengan tangannya di balik tabir yang ditujukan kepada Rasulullah, ternyata Nabi tak mau mengulurkan tangannya untuk mengambil surat tersebut. Beliau malah berkata :”Aku tidak tahu apakah ini tangan laki-laki ataukah tangan perempuan.” “Yang benar tangan perempuan.” Jawab perempuan di balik tabir itu lalu kemudian Rasulullah bersabda :
“Jika engkau memang seorang perempuan, seharusnya engkau memberi pewarna pada kuku-kukumu.”
Khidab ini bisa dikatakan sebagai pembeda kaum perempuan dan kaum laki-laki, juga pembeda kaum perempuan dari binatang. Khidab juga memperindah perhiasan kita, ukhti fillah. Kita bisa mewarnai telapak tangan kita dengan menggunakan inai, inai itu khidab yang berwarna kuning kehitaman yang biasa digunakan oleh perempuan-perempuan di Timur Tengah juga sering kita lihat pada pernikahan-pernikahan orang-orang India dan Turki.

Semoga bermanfaat.

Sumber :
Fiqih Wanita Empat Madzhab